Tak Usah Kau Jawab


Apakah tak pernah ada cintamu untukku?
Apakah kau tak pernah merasakan sesuatu bila didekatku?
Apakah kau tak tahu rasaku?

Pernahkah kau merasa bahagia setelah bercanda denganku?
Pernahkah kau merasa senang ketika namaku disebut?
Pernahkah kau mencariku disaat aku taka ada?

Apa kau pernah khawatir ketika mendengar aku sakit?
Apa kau pernah merasa senang hanya dengan menunggu kedatanganku?
Apa kau pernah merasa tidak suka ketika aku dengan pria lain?

Apa arti tatapan itu?
Apa arti senyuman itu?
Apa arti perhatian itu?
Apa arti semua itu, haa?

Jika tak punya arti apa-apa bagimu
Lalu, kenapa kau dengan sengaja menunjukan sikap seakan-akan kau mencintaiku?

Lirikanmu, perkataanmu, sikapmu, perhatianmu
Membuat banyak orang sadar
Membuat banyak orang menerka-nerka
Membuat banyak orang tau
Bahwa cintamu itu untukku.

TAPI MENGAPA KAU DIAM SAJA?
Tak pernah klarifikasi kepada semua orang.

Sudah lupakan saja. Lupakanlah aku. Anggap saja kau tak mengenalku. Lupakan jika aku pernah membuatmu tertawa, marah dan kecewa atau bisa jadi membuatmu cemburu.


(Untuk kamu yang pernah buatku bahagia, semangat, sedih, cemburu, menangis, kecewa dan... ah sudahlah kau bukan milikku lagi. Lagi? hahaha maaf. KAU MEMANG BUKAN MILIKKU. Sekarang, kemarin ataupun nanti)
Jika rasa ibarat bunga, maka bunga itu tak seindah dulu. Bunga itu tak mati, bunga itu akan tetap ada namun tak akan pernah mekar lagi. Walaupun berusaha disiram dan dirawat bunga itu tak akan pernah mekar. Walaupun dicabut sampai keakar-akarnya dan diganti dengan bunga yang lain tapi tetap saja bunga itu akan tetap ada.