Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Review Novel "Gadis Kretek"

Review Novel "Gadis Kretek"

 

Judul : Gadis Kretek

Penulis : Ratih Kumala

Penerbit : Gramedia

Tahun Terbit : 2019

Ketebalan : 288 halaman

ISBN :  978-979-228-141-5


BLURB

Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah.


Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.


Apakah Lebas, Karim dan Tegar akhirnya berhasil menemukan Jeng Yah?


Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.


***


"Gadis Kretek" adalah novel yang kaya akan sejarah dan budaya Indonesia. Cerita ini membentang sepanjang dekade yang menggambarkan perjalanan industri kretek dan kehidupan masyarakat Jawa di tengah pergolakan sosial dan politik. Menurutku penulis mengemas cerita yang memukau dengan latar belakang sejarah yang mendalam dan detail.


Latar belakang novel ini menggabungkan perkembangan industri kretek dengan kehidupan pribadi para tokohnya. Penulis berhasil menampilkan gambaran yang hidup tentang bagaimana kretek menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi Indonesia, serta bagaimana sejarah industri ini dipengaruhi oleh perubahan sosial dan politik di negara ini.


Karakter-karakter dalam "Gadis Kretek" juga digambarkan dengan mendalam, masing-masing dengan keunikan dan konflik internal yang membuat mereka terasa hidup dan nyata. Tema utama dari novel ini meliputi cinta, keluarga, warisan budaya, dan identitas. Penulis mengeksplorasi bagaimana cinta bisa bertahan di tengah cobaan waktu dan bagaimana sejarah keluarga dapat membentuk identitas seseorang. Selain itu, novel ini juga menyentuh isu-isu mengenai kelas sosial, patriarki, dan perjuangan individu melawan norma-norma masyarakat.


Deskripsinya tentang lingkungan Jawa, kehidupan sehari-hari, dan proses pembuatan kretek sangat mendetail, memberikan pengalaman imersif bagi pembaca. Bahasa yang digunakan penuh dengan nuansa budaya dan sejarah, yang menambah kekayaan cerita. Hanya saja, aku pribadi cukup bosan di awal-awal cerita ini, khususnya dari bagian 1-3, setelah dipaksakan ternyata semengelir itu ceritanya.


Ohiya, perpindahan plot di beberapa part terkesan kurang rapi sehingga pembaca yang masih hanyut dalam cerita dikagetkan dengan alur cerita yang berbeda. Saking detailnya penulis mendeskripsikan kretek aku jadi penasaran bagaiamana rasanya kretek itu hahaha.


"Aku ini wong lanang, masa aku cuman paitan awak. Di mana Harga diriku sebagai wong lanang? Sekarang aku kerja buat calon mertua, tinggal di tempat calon mertua, makan juga di sini." Hal 206

Review Novel "Bungkam Suara"

Review Novel "Bungkam Suara"



Judul : Bungkam Suara

Penulis : JS Khairen

Penerbit : Gramedia

Tahun Terbit : 2022

Ketebalan : 376 halaman

ISBN :  978-602-052-981-3


BLURB

Ini adalah Hari Bebas Bicara di Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Siapa saja boleh berbicara secara gamblang, terang-terangan, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Setiap warga negara berhak berbicara: membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, mengungkapkan keburukan. Tujuannya, agar tercapai keadilan untuk seluruh rakyat.


Namun, kawan, tujuan mulia ini berubah menjadi awan hitam. Jutaan aib terbongkar. Jutaan fitnah tersebar. Jutaan kebencian dan perundungan mengakar.


Rakyat berkelahi dengan rakyat. Tetangga dengan tetangga. Murid dengan guru. Karyawan dengan atasan. Anak dengan orangtua. Sahabat dengan sahabat. Kekasih dengan kekasih. Ucapan orang terdekat merobek dinding tiap rumah.


Ini adalah Hari Bebas Bicara. Setiap dendam, setiap benci, setiap amarah, lepas berkeliaran. Namun percayalah, kawan, orang jujur selalu ada, bak jarum dalam tumpukan jerami sekalipun.


***


Menurutku, Bungkam Suara memiliki konsep cerita yang unik terlebih dengan adanya singkatan2 yg agak nyeleneh atau malah terkesan ngehe wkwk. Pemilihan nama tokoh, singkatan nama2 kementrian sangat kreatif! Mantap! 


Novel ini mengingatkanku ke novel Hujan Tere Liye--bahkan di beberapa part aku ngerasa sedang membaca tulisannya Tere Liye-- karena penulis menggambarkan dengan detail bagaimana teknologi terbaru itu bekerja, memberikan nuansa fiksi ilmiah yang menarik dalam setting cerita.


Penulis berhasil menyelipkan pesan moral yang kuat melalui kisah yang menggugah perasaan, dengan dialog-dialog yang tajam dan penuh makna. Setiap karakter memiliki kedalaman emosional yang membuat pembaca merasa terhubung, baik saat mereka berbicara dengan jujur maupun saat mereka terjerumus dalam kebencian.


Ceritanya mengandung unsur satire tapi satire2 utk politik, terlebih utk negara Konoha--soalnya kalo Indonesia dideskripsikan adalah negara yang indah. Iya sih, indah alamnya tapi tidak dengan.... Oke lanjut review..


Novel sangat-sangat-sangat memfokuskan pada cara bagaimana propaganda bekerja, terkomputasi itu seperti apa, dan bagaiamana komunikasi massa atau media itu digunakan.


Pembaca seakan dibuka matanya untuk melihat keadaan sekitar, apa yang sebenarnya terjadi, dan aku yakin pembaca lainnya juga menyadari apa yang terjadi di NKAL itu terjadi juga di Konoha wkwk. overall, novel ini relateable banget lah dengan kondisi saat ini.


Ohiya, novel ini ada kelanjutannya. Jadi, ditunggu aja!


"Hati rakyat yang terlalu sering retak, akan bergemuruh. Suara mereka lebih menakutkan daripada senjata paling mematikan"

Review Novel "Perempuan di Titik Nol"

Review Novel "Perempuan di Titik Nol"

 


Judul : Perempuan di Titik Nol

Penulis : Nawal el-Saadawi

Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tahun Terbit : 1989

Ketebalan : 176 halaman

ISBN :  978-602-433-438-3


BLURB


Dari balik sel penjara, Firdaus -- yang dijatuhi hukum gantung karena telah membunuh seorang germo -- menceritakan liku-liku kehidupannya. Dari sejak masa kecilnya di desa, hingga ia menjadi seorang pelacur kelas atas di Kota Kairo. Ia menerima dengan gembira hukuman gantung itu. Bahkan dengan tegas ia menolak grasi kepada presiden yang diusulkan oleh dokter penjara. Menurut Firdaus, putusan hakim itu justru merupakan satu-satunya jalan menuju kebebasan sejati. Ironis.


Lewat pelacur ini, kita justru dapat menguak kebobrokan masyarakat yang didominasi kaum lelaki. Sebuah kritik sosial yang sangat pedas!


Novel ini didasari pada kisah nyata. Ditulis oleh Nawal el-Saadawi, seorang penulis feminis dari Mesir dengan reputasi Internasional.


-


Perempuan di Titik Nol mengungkapkan secara jujur dan terang-terangan tentang ketidakadilan, kekerasan, dan penindasan yang sering kali dialami oleh perempuan dalam berbagai bentuk. Melalui kisah seorang perempuan bernama Firdaus, pembaca dihadapkan pada realitas yang pahit dan tak terelakkan dari opresi yang dialami oleh perempuan dalam masyarakat yang didominasi oleh laki-laki.


Salah satu aspek yang menonjol dari novel ini adalah keberanian dalam menghadapi topik-topik yang tabu dan sensitif. El Saadawi tidak ragu untuk mengeksplorasi isu-isu seperti mutilasi genital perempuan, prostitusi, dan pemerkosaan dengan cara yang tanpa kompromi. Hal ini membuat pembaca terdorong untuk melakukan introspeksi mendalam tentang struktur sosial dan budaya yang memungkinkan penindasan terhadap perempuan terjadi.


Melalui karakter Firdaus, pembaca dapat melihat kekuatan dan ketabahan perempuan yang bertahan melawan sistem yang menindas. Ini adalah sebuah pengingat yang kuat tentang pentingnya perlawanan dan solidaritas dalam menghadapi ketidakadilan.


Dengan gaya penulisan yang lugas dan memikat, pembaca disuguhkan dengan narasi yang kuat dan menggugah perasaan. Deskripsi yang tajam dan gambaran hidup dari kehidupan sehari-hari perempuan Mesir menjadikan pengalaman membaca buku ini sangat mendalam dan mengesankan. Meskipun begitu, sering kali bisa kita temukan kalimat-kalimat yang menggunakan bahasa berat, mungkin karena merupakan novel terjemahan. Inti dari novel ini merupakan cerita pengalaman dari Firdaus kepada seorang dokter.


Secara keseluruhan, "Perempuan di Titik Nol" adalah sebuah karya yang penting dan berani menggambarkan kekuatan dan ketabahan perempuan dalam menghadapi budaya patriarki yang membatasi. Buku ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk berpikir kritis dan lebih dalam tentang isu-isu kesetaraan gender serta untuk mengambil tindakan untuk menciptakan dunia yang lebih adil bagi semua individu.


"Ketika saya menjadi pelacur saya tidak pernah memberikan sesuatu dengan cuma-cuma, tetapi selalu mengambil sesuatu sebagai imbalannya. Tetapi di dalam cinta saya berikan tubuh dan jiwa saya, pikiran dan segala upaya yang dapat saya kumpulkan, dengan cuma-cuma". Hal 140.


"Lelaki yang paling saya benci ialah mereka yang berusaha menasihati atau yang berkata kepada saya bahwa mereka ingin menyelamatkan saya dari kehidupan yang saya jalani." Hal 146.


Review Novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar"

Review Novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar"


 Judul : Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Penerbit Sabakgrip

Tahun Terbit : 2024

Ketebalan : 373 halaman

ISBN :  978-623-888-220-5


BLURB


Saat hukum dan kekuasaan dipegang oleh serigala-serigala buas berbulu domba, saat seluruh segeri dikangkangi orang-orang jualan sok sedeharna tapi sejatinya serakah. Apakah kalian akan tutup mata, tutup mulut, tidak peduli dengan apa yang terjadi? Atau kalian akan mengepalkan tangan ke udara, LAWAN!

---

Novel ini menceritakan tentang isu-isu yang terjadi seperti kerusakan lingkungan, ketidakadilan dalam sistem hukum yang cenderung melindungi orang-orang berduit, penggusuran kampung-kampung warga lokal, dan sebagainya menjadi perhatian yang mendesak. Terjadi ketidakseimbangan dalam perlindungan hukum yang tampaknya lebih tajam bagi golongan berkecukupan, sementara keadilan bagi masyarakat luas terabaikan. Hal ini juga tercermin dalam penggusuran tanah-tanah warga lokal untuk kepentingan proyek-proyek besar yang lebih menguntungkan pihak tertentu.


Dalam buku ini, terdapat konflik yang timbul ketika para aktivis lingkungan berupaya untuk membatalkan izin operasi perusahaan tambang yang telah lama mencemari beberapa pemukiman warga lokal dan lingkungan sekitarnya akibat kegiatan pertambangan dari PT Semesta Mineral & Mining.


Buku ini mengambil lokasi utamanya adalah ruang sidang berukuran 3x6. Novel ini memiliki alur cerita yang maju dan mundur. Penelitian yang dilakukan Tere Liye dalam novel ini kurasa sangat mendalam. Pembahasannyapun bukan cuman sekadar isu-isu aja melainkan ditambah dengan contoh studi kasus dalam perpajakan. Sadar gak sadar Tere Liye membuat pembacanya harus peka dengan apa yang terjadi 


Novel yang tidak ada sama sekali sentuhan romance semakin membuat novel ini jadi berat. Problematika yang dianbgkat adalah apa yang saat ini (bisa jadi) terjadi di negara kita. Hal ini karena semua topik yang dibahas dalam novel serius dan nyata. Bahkan sering kali aku merasa dejavu.


Tere Liye dengan ciri khasnya dalam menulis, pasti dan selalu membuat akhir yang gemes. Saking gemesnya aku merasa "arrghhh", "hhmm". 


Buku ini aku rekomendasikan bagi semua orang yang tinggal di Indonesia, negara yang kaya akan keberagaman ini.


"Tidak murah harga sebuah perlawanan, dan semakin bertambah-tambah ketika dia tiba di lahannya." Hal 201.


"Aku tidak pernah bisa memahami cara berpikir adikku, Yang Mulia. Dia keras kepala. Memilih masuk penjara dibanding mendapat uang." Hal 204


"Ketika prajurit di lapangan hidup seadanya, makan jatah ransum, ada jenderalnya yang memiliki aset ratusan miliar saat pensiun. mengherankan--" Hal 279.

Review Novel "Pulang"

Review Novel "Pulang"

 

Judul : Pulang

Penulis : Leila S. Chudori

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia 

Tahun Terbit : 2012

Ketebalan : 461 halaman

ISBN :  978-979-91-0515-8


BLURB


Novel Pulang adalah kisah dua generasi—Dimas Suryo dan putrinya, Lintang Utara—yang bersama-sama menetap di Paris, Prancis. Seperti ribuan warga Indonesia lain yang terjebak di berbagai negara dengan status stateless, keluarga Dimas Suryo tak pernah bisa pulang ke Indonesia karena paspor mereka dicabut dan kehidupan mereka terancam. 


Pada tahun 1998, Lintang Utara akhirnya berhasil menyentuh tanah air. Dia datang untuk mereka pengalaman keluarga korban Tragedi 1965 sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di Indonesia berkaitan dengan Dimas Suryo dan kawan-kawannya. 


Pulang adalah novel pertama dalam trilogi kisah 1965, yang bercerita tentang drama keluarga, persahabatan, cinta, dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.


----


"Novel Pulang" adalah karya yang berhasil menggabungkan peristiwa sejarah 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998 dengan cerita keluarga yang menggugah hati. Dalam kisah ini, penulisnya, Leila S. Chudori, secara magis menyoroti dampak yang merajalela dari peristiwa bersejarah ini pada kehidupan sehari-hari keluarga protagonis.


Penulis mengambil pendekatan yang sangat menarik dengan menggambarkan peristiwa sejarah dari POV berbagai tokoh yang heterogen. Cerita ini memperlihatkan bagaimana setiap individu mengalami dan menafsirkan peristiwa sejarah yang memengaruhi Indonesia, khususnya tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998. Saking banyaknya POV, pembaca harus mencermati dengan sebaik-baiknya. Melalui POV masing-masing tokoh juga, pembaca dapat melihat bagaimana peristiwa bersejarah memengaruhi kehidupan pribadi dan hubungan antartokoh. Alur ceritanya maju-mundur sehingga pembaca disuruh mengumpulkan kejadian per kejadian agar jadi satu cerita yang menarik dan luar biasa.


Setiap tokoh mengalami perjalanan emosional yang mendalam. Di dalam novel ini, krisis sejarah merubah dinamika hubungan dalam keluarga. Ada yang mungkin menjadi lebih dekat karena bersama-sama menghadapi tantangan, sementara yang lain bisa mengalami distansi karena perbedaan pendapat atau pandangan politik.


Penulis memberikan gambaran yang autentik dan terperinci tentang suasana dan kehidupan masyarakat pada masa-masa tersebut. Bahkan aku bisa merasakan ketegangan yang diceritakan pada kerisuhan Mei 98, terasa dekat, selain karena penyebutan lokasi nyatanya emang sedekat itu dengan posisiku sekarang, penulis berhasil membuat pembaca dapat membayangkan dengan jelas dan meresapi atmosfer cerita. Ah dasar! Aku terlalu masuk dalam cerita sehingga kadang tidak menyadari bahwa novel ini adalah kisah fiksi tapi menggunakan latar belakang di masa-masa suram itu.


Novel ini hanya aku rekomendasikan untuk dewasa, walaupun novel ini berlatar belakang sejarah Indonesia tetapi cukup banyak mengandung adegan dewasa, yihaaa!

"Dia selalu mempelajari bahwa Indonesia adalah negara sedang berkembang yang terjerat begitu banyak utang, tetapi sekian persen di pucuk atas piramida penduduknya berbelanja tas dan sepatu Louis Vuitton di Paris" Hal 355.

"Masyarakat Indonesia gampang panas dan gampang diperintah dalam situasi panas" Hal 304.

"Pemilik sejarah adalah para perenggut kekuasaan dan kelas menengah yang haus harta dan  tak keberatan duduk reriungan mesra berasama penguasa". Hal 288.

"Malah aneh melarang buku kajian komunisme di Indonesia. karena itu menganggap masyarakat kita bodoh dan tak bisa menggunakan otaknya. Puluhan tahun masyarakat kita dianggap tolol, tak bisa vberpikir sendiri" Hal 265.
Review Novel "Waktu untuk Tidak Menikah"

Review Novel "Waktu untuk Tidak Menikah"

 

Judul : Waktu untuk Tidak Menikah

Penulis : Amanatia Junda

Penerbit : Mojok

Tahun Terbit : 2018

Ketebalan : 178 halaman

ISBN : 978-602-1318-76-8


Kumpulan cerpen Waktu untuk Tidak Menikah karya Amanatia Junda ini terdiri dari 14 cerpen dengan tokoh utama perempuan dari berbagai latar belakang dan usia. Ditulis dalam rentang waktu 2012-2017 dan disusun secara acak dalam daftar isi.


Beberapa cerpen telah dimuat di beberapa media baik media online maupun media cetak. Benang merah dalam cerpen selain bercerita tentang perempuan, lebih banyak mengajak pembaca menyelami isi kepala tokoh-tokoh yang terkadang random dan melantur dengan ingatan mereka mengenai perkara-perkara personal di masa lalu yang belum terselesaikan dengan baik, atau sesuatu yang tak pernah mereka ungkap di permukaan sebelumnya.


Isu-isu yang menjadi konteks sosial beberapa cerita di sini juga beragam, seperti perkosaan, kebakaran hutan, korupsi, perempuan tua jalanan, relasi sepasang kekasih, sepasang kakek nenek, sepasang teman perempuan, sepasang ibu anak, dll.


--


Waktu Untuk Tidak Menikah adalah sebuah cerita pendek pandangan dari seorang perempuan tentang keputusan untuk tidak menikah pada suatu waktu tertentu dalam hidupnya.


Seiring berjalannya waktu, banyak dari perempuan ditempa oleh ekspektasi sosial, khususnya seputar kehidupan pernikahan. Tetapi, sebagai seorang perempuan, tentu akan menemukan kebebasan dan kebahagiaan dalam memilih waktu yang tepat untuk tidak menikah. Cerita ini adalah suara perempuan yang memilih menjalani hidupnya dengan jalan  berbeda, terlebih setelah ia mendapati kabar dari temannya dan juga mantan kekasihnya yang telah menikah.


Nursri bukan satu-satunya. Di belahan bumi lain, ada yang tersungkur patah hati ditinggal kekasih. Ada yang kehilangan banyak hal dalam waktu yang berdekatan. Ada yang memilih hidup sendirian bersama kedua kucing liar. Ada yang tiba-tiba ingin menghubungi mantan kekasihnya. Ada yang mencintai diam-diam dan berakhir ditolak mentah-mentah. Ada yang tak siap berpisah, sekalipun sudah menabung kesiapan itu. Bahkan ada yang menikah, lalu ingin berpisah. Kadang-kadang, memang selalu ada waktu untuk tidak berkasih. Untuk tidak bercinta, untuk tidak menikah. Lagi pula, kisah cinta yang melulu indah itu kata siapa?


Buku ini memberikan sudut pandang yang berbeda dari yang namanya cinta. Cara pandang mengenai cinta selalu berkaitan dengan bahagia yang selama ini seringkali disamakan dengan alur cerita dalam dongeng atau acara hiburan televisi. Tetapi sebenarnya, kebahagiaan tidak selalu memiliki definisi yang sama untuk setiap orang.


Aku akui dalam menerima pesan dari setiap tulisan dalam buku ini harus konsentrasi, baca dengan kesungguhan dan keterbukaan pikiran. Jujur saja menurutku dengan tidak adanya tanda keberpindahan alur membuatku harus mengulang-ulang bacaan. Di beberapa cerita terdapat tanda pindah alur cerita, namun di beberapa lainnya tidak ada, yang dalam hal ini tentu dapat membuat pembaca agak kebingungan.


Gaya menulisnya memgbingatkanku pada buku-buku terbitan Mojok dan benar saja aku baru ngeh ketika hampir di halaman terakhir, "Ah iya, buku ini terbitan Mojok" hahaha.



"...perempuan itu ibarat mangga. kalau masih muda, kecut puol! tapi, masih enak, kan, dibuat manisan? Atau dirujak? Diolah macam-macam bisa, tinggal ditaburi gula. kalau sudah tua? Pelem kematengannya, ya, nggak enak. Mblenyek. Mblenek. Apalagi bekas dimakan codot, jatuh di jalan, nggak ada yang mau mungut, paling banter digilas sama sepeda motor yang lewat. Awas jadi perawan tua loh, kamu, Sri!" Hal 80.


Review Buku "Logika Cinta Untuk Wanita High Value"

Review Buku "Logika Cinta Untuk Wanita High Value"

 



Judul : Logika Cinta Untuk Wanita High Value

Penulis : Jose Aditya

Penerbit : UpMind Publishing

Tahun Terbit : 2023

Ketebalan : 278 Halaman


BLURB


Kehidupan dan romansa adalah sebuah permainan yang sering memakan korban. Bukan karena permainannya yang jahat, tapi karena kelalaian para pemainnya sendiri.


Satu-satunya cara untuk bisa menang, bukan dengan mengalahkan pemain lain. Dan juga bukan dengan cara mengalahkan diri sendiri. Melainkan dengan MENJADI WANITA HIGH VALUE SESUNGGUHNYA!


Wanita yang mengerti cara main, aturan main, dan mampu menjadi pemberi nilai tambah dalam permainan. Untuk kamu yang ngaku seorang wanita high value atau mendambakan menjadi wanita high value. Siap-siap 'tertampar' oleh isi buku ini ya!


Selamat Membaca......


----


Istilah "wanita high value" sering digunakan dalam konteks pembicaraan mengenai hubungan dan penilaian nilai seseorang dalam dunia kencan atau hubungan romantis, khususnya untuk wanita. Ini adalah istilah yang dapat memiliki interpretasi yang beragam tergantung pada pandangan dan nilai-nilai yang dianut oleh setiap individu. Sejak kapan dan siapa yang mencetuskan "wanita high value" ini masih belum jelas, tapi istilah ini seakan mengkategorikan setiap wanita.


Wanita 'high value' sering dianggap sebagai mereka yang mandiri, memiliki tujuan hidup sendiri, dan tidak tergantung sepenuhnya pada orang lain untuk sebuah kebahagiaan. Mereka dapat mengelola kehidupan mereka dengan baik dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kalo kata Riztegh saat jadi opener di show Abdur Arsyad bertajuk Black Camping, wanita mandiri, kemana-mana sendiri, ngapa-ngapain sendiri itu tidak spesial. Ya emang harusnya gitu. Kenapa harus menggunakan orang lain untuk bahagia, untuk ngejalani hidup. Beuh mantap, respect!


Wanita 'high value' kerap identik dengan fisik yang cantik, gelar pendidikan segudang, dan karir yang tinggi menjulang. Singkatnya mah seperti motonya Miss Universe: Brain, Beauty, dan Behaviour. Hal 32


Konsep "high value" sangat subjektif dan dapat bervariasi tergantung pada nilai dan preferensi individu. Setiap orang memiliki pandangan dan kriteria yang berbeda terkait dengan apa yang dianggap "nilai tinggi" dalam konteks hubungan dan kehidupan pribadi. Namun, menurutku harusnya setiap individu menghindari stereotip dan memahami bahwa nilai seseorang tidak dapat diukur secara mutlak oleh karakteristik tertentu.


ada 3 bab utama dalam buku ini; 1) Bercinta dengan Logika yang membahas tentang; a) Cinta Kok Pake Logika, b) Maksudnya Wanita High Value, c) Menilai Keberhargaan Diri, d) Berharga Tanpa Syarat. 2)Menang di Romansa yang memiliki poin-poin pembahasan; a) Hubungan Romansa Hanya Permainan, b) Sejatinya Cinta, c) Agar Mencinta Tidak Menjadi Rumit, dan 3) Menemukan yang Setara; a) Permainan Cantik Wanita High Value, b) Bermain Cantik dan Elegan, dan c) High Value yang Menarik Hati.


Pembahasannya menarik, gaya menulisnya seperti sedang ngobrol atau memberikan training (lah emang aslinya Kak Jose Trainer sih heheh), hanya saja di bagian-bagian tertentu sering membuat pembaca penasaran. Sering kali aku memberikan rekomendasi ke orang untuk baca buku non fiksi begini, aku selalu bilang untuk tidak sepenuhnya mangut dengan apa yang ada dalam buku. Sebagai pembaca pun kita harus punya prinsip, pendapat/kritikan yang bisa membandingkan mana yang (menurut kita) benar dan salah. Aku tidak bilang isi buku ini salah semua atau banyak keliru, tapi ada sebagian yang aku tidak sependapat. Harus digaris bawahi bahwa bedanya pendapatku dengan penulis tidak membuat isi buku ini jadi jelek. TIDAK SAMA SEKALI.


Bagi kalian yang mau baca buku ini, kalian harus benar-benar siap ditampar oleh fakta.

"Yang bikin sakit itu bukan cintanya, tapi karena gobloknya"

Aku pas baca ini tuh kayak, wahhh hahahaha. Kok bener yaa? wkwkwk.


Kadang kita sering memaki keadaan, mencemooh si mantan yang berujung 'nyeselkan'. Tapi pernah gak sih kita tuh menyadari bahwa jatuh cinta itu kadang tidak bisa kita cegah, tau-tau udah jatuh aja, tau-tau udah cinta dengan sangat sampe kayak gak bisa rasional lagi. Aku pernah denger orang bilang kayak gini "Minimal kalo jatuh cinta jangan bodoh." Lah emang cinta bikin bodoh? Kalo lagu dari Timur katanya "Cinta de bekeng bodo"WKWKW.


Karena pecundang sesungguhnya adalah mereka yang tidak mau bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Ciri lainnya adalah, tidak menerima kenyataan, tidaak bisa mengambil pelajaran, dan tidak bertumbuh dalam kehidupan romansa. Hal 115

Review Buku "Pria Posesif Wanita Sensitif"

Review Buku "Pria Posesif Wanita Sensitif"


 

Judul : Pria Posesif Wanita Sensitif

Penulis : Weda S Atmanegara

Penerbit : Caesar Media Pustaka

Tahun terbit : 2021

Ketebalan : 218 Halaman

ISBN : 978-602-5964-30-5


BLURB

BANYAK anggapan pria dan wanita sangatlah berbeda, khususnya dalam cara berpikir. Hingga tak dipungkiri kadang perbedaan itu memicu pertengkaran di antara mereka. Ada saja penyebab timbulnya kesalahpahaman antara keduanya hingga akhirnya mereka bertengkar. Dari sudut pandang pria, wanita dikata rumit, sedang bagi wanita, pria dikata keras kepala.


Di dalam buku ini, kamu akan menemukan pembahasan tentang segala hal yang berkaitan dengan pria dan wanita, bagaimana cara memperlakukan pria dan wanita, serta bagaimana cara menghargai pria dan wanita. Cintai pasanganmu dengan berusaha mencari jawaban atas 'ketidaknormalan' sikapnya.

-----------

Dalam hubungan, kita sering kali menemui dinamika yang unik antara pasangan. Salah satu dinamika yang menarik perhatian adalah ketika seorang pria memiliki sifat posesif sementara pasangannya, seorang wanita, memiliki sifat yang sangat sensitif. Pada buku ini sebenarnya tidak hanya mengangkat isu posesif dan sensitif melainkan bagaimana sih wanita dan pria itu? Fakta-fakta menarik dari wanita dan pria. Cara berpikir wanita dan pria, bahkan sampai urusan ranjang antara wanita dan pria.


Dalam setiap hubungan juga, perbedaan adalah hal yang lumrah. Apa yang membuatnya berharga adalah kemampuan untuk saling melengkapi dan tumbuh bersama. Pria posesif dan wanita sensitif mungkin memiliki tantangan tersendiri, tetapi dengan komunikasi yang baik dan niat untuk saling memahami, dinamika ini bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat ikatan emosional dan membangun hubungan yang seimbang. Kuncinya adalah mengenali keunikan masing-masing dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bersama.


Buku ini beris 101 halaman tentang wanita, 83 halaman tentang pria, dan 24 halaman untuk wanita dan pria. Dari jumlah halaman pun kita bisa tahu bahwa membahas tentang wanita itu cukup menarik. Wanita dengan keunikannya adalah makhluk yang luar biasa dan menakjubkan. Wanita sering dianggap sebagai misteri yang sulit dimengerti, tetapi dengan pendekatan yang tepat, mereka dapat menjadi mitra hidup yang mudah untuk berkomunikasi dan memahami.


Pun dengan pria yang menggunakan pemikiran logis dan analitis dapat membawa kontribusi positif dan nilai tambah dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks hubungan. Pria yang punya takaran kesetiaan yang berbeda-beda, ego yang sangat tinggi, sulit menyimpan rahasia, tidak suka diatur, dan pria yang cenderung percaya pada pujian yang dilontarkan wanita tentu menjadi unik pula.


Dan aku yakin di balik kelemahan dan kelebihan seorang wanita dan pria, semua akan bisa teratasi selama masing-masing saling memahami apa yang sebenarnya masing-masing inginkan dan butuhkan.


Buku yang memiliki ketebalan saampai 218 halaman ini membuat stabilo-ku cepat habis hehehe. Bagaimana tidak, banyak hal-hal penting yang--menurutku--perlu ditandai. Tak jarang aku merasa lewat buku ini aku memberi kode, entah pada siapapun itu. Hal ini dikarenakan buku ini bisa mewakili perasaanku (sebagai wanita) hahaha.


Dari buku ini juga aku jadi tahu "Ohh ternyata pria juga gini ya?" hmm wkwk.


Buku ini menarik banget untuk kalian yang sedang mempelajari karakter pasangan atau lawan jenis. Agar jadi tahu bagaimana harus bertindak, bagaimana menyenangkan hati pasangan, dan bisa menerima kelemahan serta kelebihan pasangan. 


"Jika kita masih menemukan sisi manja dari--wanita--pasangan kita, maka berkega hatilah karena artinya kita masih spesial baginya. Tetapi, jika kita sudah tidak lagi menemukan kemanjaan yang biasa ditunjukkan pada kita, maka mulailah introspeksi diri. Sebab, tidak ada yang lebih menakutkan dari seorang wanita kecuali ketika sudah hilang sifat manjanya pada kita dan memilih untuk melakukan semuanya sendiri." Hal 19.

"Pria bisa menjadi sangat kesal saat ketahuan melakukan kesalahan atau merasa tidamk lebih pintar dari pasangannya. Oleh karena itu, wanita sebaiknya lebih bijak dalam berkata-kata supaya tidak terkesan menyalahkan atau mengkritik apalagi di depan orang banyak." Hal 115


Review Novel "Menikmati Manis Racun di Bibirmu"

Review Novel "Menikmati Manis Racun di Bibirmu"



Judul : Menikmati Manis Racun di Bibirmu

Penulis : Boy Candra

Penerbit : Media Kita

Tahun Terbit : 2022

Ketebalan : 144 Halaman

ISBN : 978-979-794-648-7

Harga : Rp. 69.000


BLURB


Kupaksa untuk membunuh kisah-kisah itu dari kepalaku. Kubiarkan diriku tenggelam dalam rasa sakit yang terlalu pedih. Kubilang pada diriku semua akan baik-baik saja, meski tak ada yang pernah baik-baik saja di dunia. Aku telah berbohong kepada diriku sendiri berkali-kali. Aku menutupi rasa sakit itu sendiri.


Kini, kisah itu menjelma dalam wajah-wajah baru. Sesuatu yang kubunuh paksa itu sungguh tak pernah benar-benar mati. Aku melupakan satu hal; segala yang pernah ada dalam ingatan, mungkin hanya bisa disamarkan, tapi tidak pernah mampu dipadamkan.


----


Dalam dinamika kehidupan, setiap peristiwa membawa sejumlah kemungkinan yang tak terbatas. Segala kemungkinan tersebut membentang seperti jaring laba-laba (Boy Candra menyebutnya gurita) yang kompleks, menghubungkan setiap kejadian dan tindakan dalam jalinan tak terduga. Begitu banyak faktor yang mempengaruhi jalannya peristiwa, termasuk interaksi antara individu, keadaan lingkungan, dan faktor kebetulan.


Gurita yang dipilih Boy Candra memiliki arti; kehidupan seperti gurita dan lengan-lengannya. Manusia merasa kisah mereka berbeda dengan manusia lainnya, merasa kesedihannya lebih dalam, lukanya lebih pahit, padahal semua manusia sebenarnya hanyalah bagian-bagian dari lengan gurita yang terikat pada satu tubuh besar. Singkatnya seperti kisah-kisah di satu waktu yang dialami orang-orang berbeda, hal 114.



Ada tujuh cerita dalam buku ini, cerita yang berbeda-beda tapi tokohnya ada di dalam dunia yang sama. Ringan banget bahasanya, hanya saja pembaca harus jeli terhadap pergantian tokoh dan sudut pandang yang dimainkan. Karena ketujuh cerita mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda, kadang dari seorang pria dan kadang pula dari wanita.


Setiap karakter saling terkait meskipun hanya terlihat sekilas. Ada dinamika cinta segitiga yang rumit, pernikahan yang terjalin karena keterpaksaan, dan ada juga kejadian yang tidak terduga. Boy candra mengingatkan pada kita bahwa bahwa segala sesuatu yang terjadi punya banyak kemungkinan. Kadang bisa kita tebak, kadang pula tidak.


Selaku pembaca yang suka banget menebak-nebak alur cerita, Menikmati Manis Racun di Bibirmu agak sering meleset dari dugaan hahaha. Konsep cerita yang seru dan berbeda dari yang lain.


"Aku semakin menyadari, tidak semua hubungan suami-istri itu menyenangkan, apalagi yang di dalamnya tidak ada perasaan cinta" hal 33.


Review Novel "Fatamorgana Nyata"

Review Novel "Fatamorgana Nyata"

 


Judul : Fatamorgana Nyata

Penulis : Baso Sumange A

Penerbit : Bukune

Tahun Terbit : 2017

Ketebalan : 192 Halaman

ISBN : 978-602-220-210-3


BLURB

    Cinta memang sulit dipahami. Entah kapan awalnya kita mengenal cinta, dan kapan cinta mengenal kita.


    Meski begitu, cinta dapat mengubah kita menjadi orang hebat yang mampu melompat jauh dari atas gunung satu ke puncak yang lain, sekaligus menenggelamkan kita ke dasar lautan tergelap.


    Impian kita adalah mengakhirinya dengan bahagia. Namun tak ada yang mampu memastikannya karena jalan akhir cinta tampaknya selalu menjadi rahasia.


    Dalam Fatamorgana Nyata, kita akan temukan banyak pertanyaan perihal cinta. Benarkah cinta membawa bahagia atau justru sebaliknya.

-----

  Karya ini seakan membuka ruang untuk refleksi mendalam mengenai dinamika cinta dan segala kompleksitas yang melibatkannya. Mungkin, pada satu sisi, cinta membawa kegembiraan dan kepuasan, sementara di sisi lain, cinta juga bisa menjadi sumber kecemasan atau penderitaan.


   Fatamorgana Nyata mengajak pembaca untuk menyelami berbagai dimensi emosional dan psikologis yang melekat pada cinta, dan akhirnya, memungkinkan kita merenung tentang esensi sejati dari hubungan ini.

  

 Adalah kumpulan cerita dengan perspektif seorang laki-laki yang sedang mencurahkan segala keresahannya. Sedang curhat pada pembaca wanita agar mereka (baca: pembaca wanita) paham betul apa yang seorang laki-laki rasakan; Laki-laki juga bisa sedih, laki-laki juga bisa cinta secinta-cintanya, dan laki-laki tuh gini loh.


   Membongkar sedikit rahasia laki-laki dalam 'bercinta', penulis menggunakan bahasa yang menurutku terlalu sederhana. Hmm ralat. Bukan terlalu sederhana melainkan gaya menulisnya bukan aku banget hehehe. Tapi tenang aja, isinya bagus kok.


   Awal ceritanya yang berjudul Awal Mula bikin aku geleng-geleng kepala, bosen juga, dan mendekati ending cerita aku hanya bisa bersuara "Ah, Sht. Kzl deh gue" wkwkw. Aku rasa kurang tepat memposisikan cerita itu di depan dan menjadi cerita pertama, tapi mungkin karena berpatokan pada judul Awal Mula makanya ditaruh menjadi cerita pertama.


   Bila bisa menebak, aku curiga perempuan yang dimaksud dari cerita pertama sampai akhir adalah satu orang yang sama karena seperti ada benang merahnya. Ini tebakanku, salah atau benar hanya penulis yang tahu hahaha.

    

  Buku ini tidak dilengkapi daftar isi sehingga pembaca tidak bisa tahu berapa cerita lagi menuju ending. Tata letak yang random dan sama disetiap 4 judul cerita memberikan keunikan tersendiri.


   Buku yang tidak terlalu tebal dan tidak pula terlalu tipis cocok banget buat kalian kaum mageran yang baca tebal-tebal.


"Boleh aku tahu makanan kesukaan ayahmu? Biar saat aku bertamu nanti, aku datang dengan sesuatu yang ia sukai, dan semoga setelahnya, aku bisa membawa pulang darinya sesuatu yang aku cintai." - Hal 174

Review Buku "Kami (Bukan) Sarjana Kertas"

Review Buku "Kami (Bukan) Sarjana Kertas"



Judul: Kami (Bukan) Sarjana Kertas
Penulis: J.S Khairen
Penerbit: Bukune
Tahun Terbit: 2019
Ketebalan: 366 hal
ISBN : 978-602-220-385-8

Di Kampus UDEL, terjebaklah tujuh mahasiswa yang hidup segan kuliah tak mau. Mereka terpaksa kuliah di kampus yang Google saja tak dapat mendeteksi. Cobalah sekarang Anda googling "Kampus UDEL," takkan bertemu!
Akankah mereka bertahan di kampus yang amburadul ini? Sekalipun iya, bisakah mereka jadi sarjana yang tidak sekadar di atas kertas?

〰️〰️

    Menurutku, Kami (Bukan) Sarjana Kertas merupakan novel yang cukup membosankan. Ekspektasiku sangat tinggi terhadap buku tebal 366 halaman ini, terlebih buku ini aku baca setelah mendapat gelar sarjana.

    Ada beberapa bagian yang terkesan tidak konsisten, termasuk pendeskripsian tokohnya. Cerita seakan-akan ingin cepat-cepat disudahi, kesannya dilompat-lompat, tau-tau sudah begini, tau-tau sudah begitu. Kejadian per kejadian tidak rapi. Asli, bosan banget. Bacanya juga pengen dilompat-lompat aja.

    Walopun begitu, Kami (Bukan) Sarjana Kertas ini punya banyak pesan yang bisa dipetik. Jikalau kita peka dengan apa yang terjadi dalam cerita, kita akan menemukan jutaan 'makna' yang sebenarnya. Penulis mengindahkan setiap tokohnya, tiap tokoh diberi nyawa. Problematika yang disajikan adalah problematika riil yang sering dialami oleh para mahasiswa tingkat akhir, mahasiswa DO, dan fresh graduate.

    Lalu, sebenarnya apa sih maksud dari (Bukan) Sarjana Kertas? Menurutku adalah sarjana yang bukan hanya terfokus pada nilai IPK dan cumlaudenya, akan tetapi sarjana yang ketika lulus tapi sudah memiliki skill. Buktinya, tujuh tokoh tersebut bisa menjadi apa yang mereka inginkan dengan kemampuan yang mereka miliki.

    Makna apa yang dimaksud? Silakan baca sendiri. Nikmatilah perjalanan hidup menjadi dewasa oleh ketujuh tokoh ini.

    Novel ini direkomendasikan (banget) untuk para mahasiswa baru untuk mengetahui seberapa dilemanya senior² tingkat akhir🤭